Selasa, 31 Januari 2023

morfologi dan fisiologi sistem pencernaan ruminansia

 



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Kita mengetahui bahwa dalam pelajaran biologi ada yang di namakan hewan   ruminansia sehingga kita perlu mencari tahu apa itu ilmu ruminansia dan mempelajarinya.
Ruminansia merupakan binatang berkuku genap subordo dari ordo Artiodactyla disebut juga mamalia berkuku. Nama ruminan berasal dari bahasa latin "ruminare" yang artinya mengunyah kembali atau memamah biak, sehingga dalam bahasa Indonesia dikenal dengan hewan memamah biak.

1.2  Identifikasi Masalah
Permasalaha yang akan kita bahas kali ini adalah tentang morfologi hewan ruminansia, fungsi fisiologi hewan ruminansia, dan seperti apapencernaan hewan ruminansia.

1.3  Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan penulisan tugas pembebasan ini yaitu sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui morfologi hewan ruminansia?
2.      Untuk mengetahui fungsi fisiologi hewan ruminansia?
3.      Untuk mengetahui pencernaan hewan ruminansia?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Morfologi
Hewan-hewan yang tergolong ruminansia memiliki ciri khas yang kuat padasusunan alat pencernaannya. Kehasan tersebut juga membedakan fisiologi pencernaan antara hewan ruminansia dengan non ruminansia serta menjadikan hewan ruminansia sebagai hewan yang dinilai paling mampu melakukan proses pencernaan dengan sempurna.
Urutan sistem pencernaan pada ternak Ruminansia:
sebuah.          mulut
Mulut merupakan bagian terdepan dari sistem pencernaan dan terdiri atas berbagai organ pelengkap yang melakukan aktivitas pencernaan mekanik.Mulut beserta organ yang ada didalamnya digunakan untuk mengambil makanan dan minuman, memecah makanan menjadi partikel-partikel yang lebih kecil, menggiling dan mencampurnya dengan saliva serta pembentukan bolus.
b.        Gigi
Secara umum proses pencernaan diawali dengan perenggutan makanan berupa rumput dan tumbuhan ke dalam mulut dengan menggunakan lidah yang menjulur selanjutnya dipotong oleh gigi seri yang hanya terdapat pada bagian rahang bawah (mandibulla) saja dan dilandaskan pada dentalpad ydang keras rata pada rahan atas (maxilla). Selanjutnya dengan bantuan lidah kembali, makanan yang sudah dipotong ditarik ke bagian belakang yang akan dikunyah dan digiling oleh gigi geraham yang cukup besar (premolar dan molar). Dalam proses pengunyahan ini , makanan dibasahi dengan saliva (salivasi) yang dihasilkan oleh kelenjar yang ada di dalam rongga mulut fungsi salivasi adalah memudahkan dalam mengunyah makanan dan memudahkan proses penelanan makanan. Setelah proses pengunyahan selesai, selanjutnya makanan akan ditelan (deglutisi) melalui kerongkongan menuju lambung yang selanjutnya dicerna di dalam lambung.
c.          Lidah
Lidah adalah organ yang terdiri dari berbagai papilla dan dapat bergerak dengan jangkauan yang cukup jauh. Keguanaan lidah adalah menarik dan meraih rumput ke dalam mulut, membalik-balik makanan yang ada dalam mulut, sebagai alat perasa untuk mengeluarkan dan memasukkan makanan serta membantu proses pembentukan bolus.
d.       Bibir
Bibir kambing dan domba bersifat lunak dan fleksibel dan berperan membantu dalam pengambilan makanan, bibir sapi lebih bersifat 'kaku' dan tidak mudah digerakkan sehingga hanya bekerja untuk menutup mulut.
e.        Pipi
Pipi merupakan struktur muskular yang tertutup oleh kulit dan bagian dalamnya diselimuti oleh membran mukosa.Bagian dalam pipi sapi banyak terdapat papila konikal. Fungsi pipi selain sebagai dinding rongga mulut, juga membantu lidah dalam menempatkan makanan diantara gigi pada saat mengunyah. Pipi juga dapat membantu mensekresikan air liur dari glandula. Rahang ditutup oleh otot-otot masetter, temporal dan pterigoid yang kuat, sedangkan pembukaannya dilakukan oleh otot-otot digastrikus, oksipitomandibularis dan sternomandibularis.
f.          Tekak
Pharynx (farinks) merupakan saluran umum baik untuk lewatnya makanan yang ditelan ataupun udara pernafasan.Saluran farinks dilapisi oleh membran mukosa dan dikelilingi oleh otot-otot.Saluran yang menuju farinks adalah mulut, dua lubang hidung kaudal, dua saluran eustasian telinga, esofagus dan larinks.

g.        Esophagus
Esofagus merupakan suatu kelanjutan dari farinks, merupakan suatu saluran berotot (muskular) yang merentang dari farinks menuju bagian cardia lambung, persis pada posisi kaudal diafragma.Esofagus melintas dorsal trakea dan umumnya miring ke arah kiri daripada leher. Dinding esofagus merupakan struktur muskular yang terdiri atas 2 lapis otot yang saling melintas miring, kemudian spiral dan akhirnya membentuk suatu lapis sirkuler dalam
h.        Gastrum, Gaster, Lambung
Lambung hewan ruminansia secara umum memiliki 4 ruangan dan biasa disebut sebagai perut ganda karena terbagi atas bagian depan dan belakang. Rumen, retikulum dan omasum secara bersama-sama disebut sebagai perut depan (forestomach, proventriculus). Bagian paling belakang abomasum.
i.          Rumen
Rumen merupakan suatu kantung muskular yang besar yang terentang dari diafragma (tulang costae 7 dan 8) menuju ke pelvis. Rumen hampir menempati sebagian besar sisi kiri (±75%) dari rongga perut. Permukaan dinding dalam rumen tersusun atas epitel squamus berstrata yang tidak mengandung kelenjar.Dinding rumen tersusun atas otot halus yang terdiri atas 2 lapis yaitu lapis luar yang bergerak secara kranio-kaudal dan lapis dalam yang bergerak secara melintang. Rumen mempunyai empat kantong yaitu: cranial sac, dorsal sac, blind sac (kantung buta dorso dan kantung buta ventro-caudal) dan kantung ventral. Fungsi dari kantong-kantong tersebut adalah untuk gerakan-gerakan yang diperlukan selama terjadinya proses menyusui.
Kapasitas rumen 80%, retikulum 5%, omasum 7-8%, abomasum 7-8%. Makanan dari kerongkongan akan masuk rumen yang berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang tertelan. Di dalam rumen terjadi pencernaan protein, polisakarida dan diubah selulosa dan enzim selulosa yg dihasilkan oleh bakteri dan protozoa tertentu. Dalam rumen juga terjadi pencernaan secara hidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan.
j.           Protozoa
Protozoa rumen diklasifikasikan menurut morfologinya yaitu: Holitric (yang mempunyai silia hampir diseluruh tubuh dan mencerna karbohidrat yang difermentasi), Oligotrichs (yang mempunyai silia di sekitar mulut, umumnya merombak karbohidrat yang lebih sulit dicerna).
k.         Retikulum
Merupakan bagian lambung yang terletak paling depan bukan saluran pencernaan terdepan dari lambung. Bagian dalam retikulm dilapisi oleh epitel squamus berstrata dengan susunan seperti sarang lebah atau jala (rete) sehingga sering disebut sebagai perut jala.Lokasi retikulum tepat di belakang diafragma dan berlawanan dengan jantung.Funsi retikulum belum jelas secara spesifik, kecuali membantu menghilangkan bolus-bolus melalui esofagus dan mengatur ransum dari rumen ke omasum dan rumen ke esofagus.
l.           Omasum
Merupakan kelanjutan dari retikulum yang terletak di sebelah kanan rumen dan retikulum tetap pada posisi kaudal hati. Permukaan bagian dalam dipenuhi oleh papila yang pendek dan mempunyai bentuk permukaan yang berlembar-lembar ±100 lembar, sehingga sering disebut perut Kitab atau buku perut. Fungsi lamina adalah menyaring partikel digesta yang akan masuk ke abomasum. PH omasum berkisar antara 5,2 sampaim6,5. Pada omasum terjadi proses penyerapan air, amonia, asam lemak terbang dan elektrolit. Organ ini juga melaporkan menghasilkan amonia dan asam lemak. Pada omasum juga terdapat kelenjer yang menghasilka enzim yang akan bercampur dengan bolus-bolus nantinya akan diteruskan ke abomasum.
m.       Abomasum
Abomasum merupakan perut sejati karena abomasum berfungsi layaknya lambung pada ternak non ruminansia. Abomasum sering jg disebut perut Kelenjar karena banyak dijumpai kelenjar pencernaan. Letak abomasum adalah ventral omasum dan terentang kaudal pada sisi kanan dari rumen. Ph abomasum berkisar antar 2 sampai 4,1. Abomasum terletak di bagian kanan bawah dan jika kondisi sangat asam, maka abomasum dapat berdahak ke kiri. Permukaan abomasum dilapisi oleh mukosa. Mukosa pada abomasum berfungsi untuk melindungi dinding sel tercerna oleh enzim yang dihasilkan oleh abomasum. Sel-sel mukosa pada abomasum menghasilkan pepsinogen dan sel partikel penghasil HCl. Pepsinogen menentang dengan HCl membentuk pepsin.Pada saat terbentuk pepsin reaksi berjalan secara otokatalitik. 
n.         Usus Tenue, Usus Halus
Usus Halus terbagi atas 3 bagian yaitu Duodenum(usus 12 jari), Jejenum(usus kosong) dan Ileum (usus penyerapan),yang membedakan pada bagian-bagian tersebut perbedaan struktur histologik. Fungsi usus halus adalah pencernaan makanan secara kimiawi menggunakan enzim. Di dalam usus halus terjadi perombakan terakhir dan penyerapan sari-sari makanan.
Ø  Duodenum merupakan bagian pertama usus halus dan sangat dekat dengan dinding tubuh serta terikat pada penggantungnya (mesenterium) yang pendek dan memiliki panjang sekitar 1-1,2 m. Saluran yang berasal dari hati dan pankreas menyatu ke dalam duodenum pada jarak yang pendek di belakang pilorus (bagian ujung abomasum).
Ø  Jejunum secara jelas dapat dibedakan dari duodenum pada posisi di mana kira-kira mesenterium mulai tampak lebih panjang. Tidak ada batas yang jelas antara jejunum dan ileum.
Usus halus menghasilkan enzim tersendiri : Enterokinase merubah tripsinogen menjadi tripsin, Amnopeptidase merubah aminopeptida menjadi dipeptida, Dipeptidase merubah dipeptida menjadi asam amino, Sukrase merubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa, Maltase merubah maltosa menjadi 2glukosa, dan Laktase merubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
Pada ruminansia enzim selulosa yang dihasilkan oleh mikroba tidak hanya berfungsi untuk mencerna selulosa menjadi asam lemak, tetapi juga menghasilka biogas berupa CH4.
o.        Intestinum Crasum, Usus Besar
Usus besar terdiri atas cecum yang merupakan kantung buntu dan colon yang terdiri atas bagian yang naik, mendatar dan turun. Bagian yang turun akan berakhir pada rectum dan anus. Pada usus besar terjadi proses pencernaan terakhir yaitu penyerapan air  dan penyerapan sedikit sisa nutrisi yang sebelumnya sebagian besar telah diserap dalam usus halus. Di dalam usus besar juga terjadi proses pembentukan feses yang nanti kan dikeluarkan melalui anus.
Organ Pencernaan Aksesori
1.        Glandula Saliva
Glandula saliva atau kelenjar ludah terdapat di rongga mulut yang terdiri atas 3 pasang yang sangat jelas.Glandula saliva yang utama adalah Parotid, Mandibular dan Sublingual.Beberapa glandula saliva yang minor yaitu Labial, Bukal, Lingual dan Palatin serta Zigomatik.
2.        Pankreas
Pankreas merupakan suatu kelenjar tubulo-alveolar yang memiliki bagian endokrin ataupun eksokrin.Bagian eksokrin dari pankreas menghasilkan NaHCO3 serta enzim-enzim pencernaan yang melalui saluran pankreas menuangkan enzim tersebut ke duodenum dekat dengan muara saluran empedu.Letak pankreas tepat di daerah tikungan duodenum.
3.        Hati
Hati (liver, hepar) terletak di rongga perut persis di caudal diafragma dan cenderung terletak di bagian kanan terutama pada ruminansia di mana rumen mendorong bagian-bagian lain ke arah kanan.Cairan empedu dihasilkan oleh hati dan keluar menuju kantong empedu melalui sebuah saluran (ductus hepaticus).




2.2 Fungsi Fisiologi
1.      Mulut
            Pencernaan di mulut pertama kali dilakukan oleh gigi molar dilanjutkan dengan mastikasi dan di teruskan ke pencernaan mekanis. Di dalam mulut terdapat saliva. Saliva adalah cairan kompleks yang diproduksi oleh kelenjar khusus dan disebarkan ke dalam cavitas oral. Komposisi dari saliva meliputi komponen organik dan anorganik . Namun demikian, kadar tersebut masih terhitung rendah dibandingkan dengan serum karena pada saliva penyusun utamanya adalah air. Komponen anorganik terbanyak adalah sodium, potasium (sebagai kation), khlorida, dan bikarbonat (sebagai anion-nya).
            Sedangkan komponen organik pada saliva meliputi protein yang berupa enzim amilase, maltase, serum albumin, asam urat, kretinin, musin, vitamin C, beberapa asam amino, lisosim, laktat, dan beberapa hormon seperti testosteron dan kortisol.
Selain itu, air liur juga mengandung gas CO2, O2, dan N2. Saliva juga mengandung imunoglobin, seperti IgA dan IgG dengan konsentrasi rata-rata 9,4 dan 0,32 mg%
Fungsi air liur:
·         membantu penelanan
·         buffer (ph 8,4 – 8,5)
·         suplai nutrien mikroba (70% urea)
Mekanisme sekresi air liur
            Di kelenjar saliva, granula sekretorik (zymogen) yang mengandung enzim-enzim saliva dikeluarkan dari sel-sel asinar ke dalam duktus.
Karakteristik ketiga kelenjar ludah sebagai berikut:
·         SALIVA : SAPI ± 150 liter/hari
·         DOMBA ± 10 liter/hari
·         Enzim : esterase pregastrik
2.Gigi        _
Kita mungkin pernah melihat sapi sedang istitahat sambil terus mengunyah makanan di mulutnya. Kira-kira sedang apa ya sapinya? Pastinya ya sedang mencerna makanan. Kita tahu bahwa hewan-hewan herbivora (pemakan rumput) seperti domba, sapi, kerbau disebut sebagai hewan memamah biak (ruminansia). Apa itu hewan ruminansia?
Hewan ruminansia adalah kelompok hewan mamalia yang bisa memakan dua kali sehingga kelompok hewan tersebut dikenal juga sebagai hewan memamah / mengunyah makanannya sebanyak dua fase. Sistem pencernaan makanan pada hewan ini lebih panjang dan kompleks. Makanan hewani ini banyak mengandung selulosa yang sulit dicerna oleh hewan pada umumnya sehingga sistem pencernaannya berbeda dengan sistem pencernaan hewan lain.
Salah satu perbedaan pada sistem pencernaan makanan pada hewan mamalia,tampak pada struktur gigi , yaitu terdapat geraham belakang (molar) yang besar, berfungsi untuk mengunyah rerumputan yang sulit dicerna . Sapi, misalnya, mempunyai susunan gigi sebagai berikut:
Gigi pada hewan ruminansia yaitu :
·          Gigi seri (insisivus) mempunyai bentuk yang sesuai untuk menjepit makanan berupa tumbuhan seperti rumput.
·          Gigi taring (caninus) tidak berkembang.
·          Gigi geraham belakang (molare) berbentuk datar dan lebar.


Makanan yang direnggut dengan bantuan lidah secara cepat dikunyah dan dicampur dengan air liur dalam mulut, kemudian ditelan masuk ke dalam lambung melalui esofagus.
Sapi, misalnya, mempunyai susunan gigi sebagai berikut:
3
3
-
-
-
-
-
-
Rahang atas
M
P
C
Saya
Saya
C
P
M
Jenis gigi
3
3
-
4
4
-
3
3
Rahang bawah

I = insisivus = gigi seri
C = kaninus = gigi taring
P = premolar = geraham depan
M = geraham = geraham belakang
Berdasarkan susunan gigi di atas, terlihat bahwa sapi (hewan memamah biak) tidak mempunyai gigi seri bagian atas dan gigi taring, tetapi memiliki gigi geraham lebih banyak dibandingkan dengan manusia sesuai dengan fungsinya untuk mengunyah makanan berserat, yaitu penyusun dinding sel tumbuhan yang terdiri atas 50 % selulosa.

http://3.bp.blogspot.com/-UtZyz5QRgjM/Tz1mYnPycDI/AAAAAAAAANXI/RFcXF_nULYA/s320/sapi.jpg
gigi ruminansia

·           Lidah
Lidah adalah organ yang terdiri dari berbagai papilla  dan dapat bergerak dengan jangkauan yang cukup jauh. Keguanaan lidah adalah menarik dan meraih rumput ke dalam  mulut, membalik-balik makanan yang ada dalam mulut, sebagai alat perasa untuk mengambil dan memasukkan makanan serta membantu proses pembentukan bolus.
·           Bibir
Bibir kambing dan domba bersifat lunak dan fleksibel dan berperan membantu dalam pengambilan makanan, bibir sapi lebih bersifat ‘stiff’ dan tidak mudah digerakkan sehingga hanya bekerja untuk menutup mulut.
·           Pipi
Pipi merupakan struktur muskular yang tertutup oleh kulit dan bagian dalamnya diselimuti oleh membran mukosa.Bagian dalam pipi sapi banyak terdapat papila konikal. Fungsi pipi selain sebagai dinding rongga mulut, juga membantu lidah dalam menempatkan makanan diantara gigi pada saat mengunyah . Pipi juga dapat membantu mensekresikan air liur dari glandula. Rahang ditutup oleh otot-otot masetter, temporal dan pterigoid yang kuat, sedangkan pembukaannya dilakukan oleh otot-otot digastrikus, oksipitomandibularis dan sternomandibularis.
·           Faring
Faring (farinks) merupakan saluran umum baik untuk lewatnya makanan yang ditelan ataupun udara pernafasan . Saluran farinks dilapisi oleh membran mukosa dan dikelilingi oleh otot-otot. Saluran yang menuju farinks adalah mulut, dua lubang hidung kaudal, dua saluran eustasian telinga, esofagus dan larinks.
·           Kerongkongan
Esofagus merupakan saluran penghubung antara rongga mulut dengan lambung. Ini tidak terjadi proses pencernaan. Esofagus pada sapi sangat pendek dan lebar, serta lebih mampu membesar (berdilatasi). Esofagus berdinding tipis dan panjangnya bervariasi, diperkirakan sekitar 5cm.

Ø  Gastrum, Gaster, Lambung
Lambung Ruminansia terdiri atas empat ruangan yaitu:
·         Rumen (perut besar/perut urat daging),
·         Retikulum (perut jala),
·         Omasum (perut buku),
·         Abomasum (perut kelenjar/perut masam).
http://1.bp.blogspot.com/-SdrEXe3720g/Tz1mkokkMeI/AAAAAAAAANXQ/d5o-Wwn7h1Q/s320/rumen.jpg
Lambung ruminansia terdiri atas 4 bagian dengan ukuran yang bervariasi sesuai dengan umur dan makanan alaminya. Kapasitas rumen 80%, retikulum 5%, omasum 7-8%, dan abomasum 7-8%.
·         Rumen (perut besar) berfungsi sebagai gudang sementara bagi makanan yang ditelan.
menyajikan sebelah kiri rongga perut
1.      Permukaan dilapisi papila (papila lidah) → perluasan 
2.      Permukaan untuk menyerap
3.      Terdiri 4 kantong (saccus)
4.      Terbagi menjadi 4 zona
·         Retikulum (perut jala) berfungsi sebagai penahan partikel pakan pada saat regurgitasi rumen,membantu proses ruminasi dan tempat berkumpulnya benda benda asing.
Retikulum dibatasi langsung dengan rumen, akan tetapi diantara keduanya tidak ada dinding penyekat.
1.      Secara fisik tidak terpisahkan dari rumen
2.      Terdapat lipatan-lipatan esofagus yang meru-pakan lipatan jaringan yg langsung dr esofagus ke omasum
3.      Permukaan dalam : papila → sarang laba-laba (honey comb) perut jala

·         Omasum (perut buku) berfungsi sebagai grinder, pengering, filtering, absorpsi.
1.      Letak : sebelah kanan(retikulum) grs media (sebelah kanan 7-11)
2.Bentuk      : elips
3.      Permukaan dalam bentuk laminae → perut buku (pada lamina terdapat papila untuk absorpsi).
·         Abamasum berfungsi untuk mencegah digesta yang ada di obomasum kembali ke omasum.
1.      Letak         :Dasar perut (kanan bawah)
2.      Bentuk      : memanjang
3.      Bagian dalam terdapat tonjolan : lipat → absorpsi
4.      merawat arus pencernaan dari abomasum ke duodenum
·         Abamasum terdiri dari 3 bagian yaitu :
sebuah.        Kardia              : sekresi mukus
b.       Fundika            : pepsinogen, renin, HCl, mukus
c.        Pilorika             : sekresi mukus

Usus Tenue, Usus Halus

·         Fungsi : pencernaan enzimatis dan absorpsi
·         Kedalam usus halus masuk 4 sekresi:
·         Cairan duodenum: alkali, fosfor, buffer
·         Cairan empedu: dihasilkan hati, K dan Na (mengemulsikan lemak), mengaktifkan lipase pankreas, zat warna
·         Cairan pankreas: ion bikarbinat untuk menetralisir asam lambung
·         Cairan usus
·         Pankreas
·         Letak : lengkungan duodenum
Mensekresikan enzim:

·         Amilase : alfa amilase, maltase, sukrase
·         Protease : tripsinogen, kemotripsinogen,prokarboksi, peptidase
·         Lipase : lipase, lesitinase, fosfolapase, kolesterol, esterase
·         Nuklease : ribonuklease, deoksi ribonuklease

Intestinum Crasum, Usus Besar
Terdiri dari Sekum Dan Kolon

·         Bentuk     : tabung berstruktur sederhana, kondisi = rumen
·         Fungsi      : Karbohidrat oleh mikroba
·         Penyerapan VFA dan air → kolon
·         Konsentrasi VFA :
sekum: 7 mM,
kolon: 60 mM (rumen = 100 – 150 mM)

2.3    Pencernaan


BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Dari semua hasil pembahasan tentang sistem dan proses pencernaan pada ternak ruminansia , maka dapat digabungkan bahwa saluran pencernaan ruminansia (dalam hal ini sapi ), pencernaannya secara sistematis terdiri atas mulut, kerongkongan, rumen, retikulum, omasum, abomasum dll.
Yang membedakannya dengan sistem pencernaan non-ruminansia adalah pada jumlah lambungnya, non-ruminansia hanya mempunyai 1 lambung, sedangkan ruminansia mempunyai lambung yang terdiri dari 4 bagian yang masing-masing mempunyai fungsi spesifik masing-masing.
           
3.2   Kritik dan Saran
Makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami kembangkan demi kesempurnaan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.






DAFTAR PUSTAKA



Tidak ada komentar:

Posting Komentar